PENGUKUHAN RINTISAN DESA BUDAYA SENDANGADI

Wisnu Sasongko 20 Juni 2022 14:25:55 WIB

Sabtu (18/06/2022). Pemerintah Kalurahan Sendangadi menyelenggarakan acara “Pentas Rintisan Desa Budaya” di Joglo Sendangadi yang bertempat di Padukuhan Jongke Lor, Sendangadi, Mlati, Sleman. Jongke Lor dipilih menjadi tempat berlangsungnya acara karena Padukuhan tersebut merupakan ikon Kalurahan Sendangadi. Yang disana terdapat Sendang atau tempat pemandian yang menjadi asal usul nama dari Kalurahan Sendangadi. Selain Sendang dan Joglo, adapun Wana atau Hutan Sendangadi yang letaknya tidak jauh dari Sendang dan masih satu area dengan Joglo Sendangadi.

Acara inti kegiatan ini adalah Pengukuhan Rintisan Desa Budaya Sendangadi. Di wilayah Kapanewon Mlati, saat ini Kalurahan Sendangadi merupakan pelopornya. Pengukuhan para pengurus Rintisan Desa Budaya ini dilakukan oleh Panewu Mlati Drs. Arifin, M.Laws. Hadir juga dalam acara ini Anggota DPRD Kabupaten Sleman Dapil Mlati, Perwakilan dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya, Lurah Sendangadi Sugengno menyampaikan harapan-harapan baik untuk masyarakat Sendangadi. Alasan Jongke Lor sebagai tempat event ini karena cikal bakal Sendangadi adalah Sendangsari. Kemudian dibangun Joglo Sendangadi dan Wana Desa yang bertepatan dekat dengan Sendang untuk melestarikan mata air. Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai awal untuk mengangkat budaya-budaya yang ada di Sendangadi yang nantinya menuju desa wisata mandiri. Melestarikan budaya sendangadi yang hampir punah guna menunjukan kepada masyarakat terutama anak muda bahwa masih ada budaya yang harus diteruskan.

Tak lupa, Sugengno juga menyampaikan dana yang digunakan dalam acara ini adalah stimulan dari Dinas Kebudayaan Pundo Budoyo dari Kabupaten Sleman. Karena ini merupakan rintisan, setelah dikukuhkan Beliau juga akan mengumpulkan tokoh-tokoh di masyarakat untuk mengembangkan kesenian apapun, kemudian akan diakomodir sebagai budaya khas Sendangadi. Sugengno juga menyatakan “Event-event seperti ini akan terus diadakan hingga Sendangadi menjadi Desa Wisata Mandiri. Ini awal dari mengangkat budaya-budaya yang selama ini hampir punah di masyarakat. Jadi ada budaya dan seni yang akan kita angkat kembali dan akan kita uri-uri.”

Dalam wawancara yang dilakukan oleh KIM Sendangadi, Warsono selaku Ketua Panitia menuturkan persiapan-persiapan yang dilakukan sebelum kegiatan ini berlangsung bersama pihak-pihak kalurahan. Mengingat ini adalah event pertama kali setelah dua tahun terakhir tidak ada acara semeriah ini dikarenakan pandemi covid-19. “Kita selalu koordinasi dengan pihak Pemerintah Kalurahan Sendangadi, karena ini adalah event pertama kali bagi saya dan juga panitia. Sehingga bahan-bahan apapun kita selalu koordinasi dengan Pihak Kalurahan Dukuh, Tokoh Masyarakat dan Sesepuh dari Jongke Lor ini” tuturnya.

Pengukuhan ini dimeriahkan berbagai kesenian oleh masyarakat Kalurahan Sendangadi, seperti macapatan, karawitan dari warga Jongke Tengah, panembromo dari Padukuhan Mraen, tari kreasi baru dari Sanggar Tari Yadi Plantangan, dan kesenian angklung. Sebelumnya dilakukan prosesi pengambilan air menggunakan kendi dari Sendangsari sebagai perlambang acara dimulai. “Itu (pengambilan air sendang) termasuk prosesi. Prosesi untuk mengawali acara, istilahnya kula nuwun, dengan diwujudkan dengan tari kolosal, yang dipimpin oleh Sanggar Tari Yadi Plantangan dari Padukuhan Mlati Glondong”, tutur Warsono. Acara ini ditutup dengan Pentas Seni Jathilan “Arum Melati” dari Padukuhan Mlati GLondong.

Komentar atas PENGUKUHAN RINTISAN DESA BUDAYA SENDANGADI

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar