MAHASISWA UGM LATIH MASYARAKAT OLAH LIMBAH CAIR MENJADI PUPUK

Wisnu Sasongko 22 Agustus 2022 09:33:04 WIB

Sendangadi – Sabtu (20/08/2022) bertempat di Padukuhan Duwet, Kelompok Ternak Ngudi Rejeki mendapatkan Program Pendampingan Kelompok dari Fakultas Peternakan UGM. Pelatihan ini meliputi penyuluhan sekaligus praktek langsung pembuatan pupuk cair organik.

Urin yang selama ini dianggap limbah sebenarnya dapat dimanfaatkan menjadi pupuk cair yang kualitasnya dapat diandalkan untuk menggantikan pupuk kimia. Pupuk organik cair ini memiliki kandungan unsur hara yang lebih lengkap dinading pupuk kimia.

Pembuatan pupuk cair dapat dilakukan dengan cara sederhana. Teknologi pembuatan pupuk cair berbahan dasar urin sangat mudah, murah dan memberi banyak manfaat bagi petani dan peternak. Pupuk cair dibuat dengan bahan dasar urin, feses, starter, molasses dan air.

Untuk menghasilkan pupuk cair sebanyak 80 liter, dibutuhkan urin sebanyak 40 liter dicampur sedikit feses, 2 buah nanas sebagai sumber bakteri, molasses 2 liter sebagai sumber makanan bakteri dan air 35 liter. Urin dan feses ditaruh di satu drum plastik sedangkan nanas, molasses dan air dicampur dalam drum yang berbeda.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar