KOORDINASI PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI TEMPAT IBADAH MENJELANG HARI RAYA IDUL FITRI 1442 H

Wisnu Sasongko 04 Mei 2021 10:42:05 WIB

Sendangadi - Pengurus Masjid dan Mushola se Kalurahan Sendangadi menghadiri undangan Rapat Koordinasi berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan di tempat ibadah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Bertempat di Aula Rapat Utama Kalurahan Sendangadi, Rapat tersebut juga dhadiri oleh Panewu Mlati, Ketua KUA Mlati, Kapolsek Mlati, Danramil Mlati, Kepala Puskesmas Mlati 1, Ketua PHBI, Jagabaya, dan Kamituwa.

Dalam rapat koordinasi tersebut terungkap bahwa secara umum penerapan disiplin protokol kesehatan di tempat-tempat ibadah khususnya masjid di Kalurahan Sendangadi sudah diterapkan. Sosialisasi, himbauan membawa sejadah sendiri dan menggunakan masker, fasilitas cuci tangan, penanda shaf berjarak, sudah diterapkan. Namun dilapangan masih ditemui kendala seperti masih kurangnya kepatuhan masyarakat atau jemaah dalam mengikuti aturan tersebut.

Ketua PHBI Kalurahan Sendangadi mengatakan bahwa untuk tahun ini PHBI tidak menyelenggarakan Shalat Ied tahun di Lapangan Sendangadi. Beliau juga menghimbau agar Shalat Ied agar dilaksanakan di masjid masing2 Padukuhan dengan catatan dalam zona hijau covid-19 dan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Kepala Puskesmas Mlati dalam sambutannya juga kembali memberikan paparan protokol kesehatan di tempat ibadah baik untuk pengelola dan maupun jamaah, antara lain:

1. Bagi Pengelola
a. Memperhatikan informasi terkini serta himbauan dan instruksi pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait COVID-19 di wilayahnya. Informasi secara berkala dapat diakses pada laman https://infeksiemerging.kemkes.go.id, www.covid19.go.id, dan kebijakan pemerintah daerah setempat.
b. Melakukan pembersihan dan disinfeksi ruang ibadah secara berkala (sebelum dan sesudah dilaksanakannya kegiatan keagamaan) atau sarana yang banyak disentuh jamaah seperti pegangan pintu, pegangan tangga, tombol lift, microphone dan fasilitas umum lainnya.
c. Menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer di lokasi yang mudah diakses oleh jamaah, seperti di pintu masuk, dekat kotak amal, dan lain lain.
d. Mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk rumah ibadah. Jika terdapat AC lakukan pembersihan filter secara berkala.
e. Lantai rumah ibadah agar tidak menggunakan karpet.
f. Melakukan pengaturan jarak minimal 1 meter posisi antarjemaah dengan memberikan tanda khusus yang ditempatkan di lantai/kursi rumah ibadah.
g. Melakukan pengaturan jumlah jemaah dalam waktu bersamaan untuk memudahkan penerapan jaga jarak.
h. Menghimbau kepada semua jemaah untuk membawa peralatan ibadah sendiri.
i. Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada jemaah tentang pencegahan penularan COVID-19 yang dapat dilakukan dengan surat pemberitahuan, pemasangan spanduk, poster, banner, whatsapp/sms blast, dan lain sebagainya. Adapun materi yang diberikan meliputi pengetahuan tentang COVID-19 dan cara penularannya, wajib penggunaan masker, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, jaga jarak minimal 1 meter dan etika batuk (Bahan dapat diunduh pada laman www.covid19.go.id dan www.promkes.kemkes.go.id).
j. Memasang media informasi di lokasi-lokasi strategis untuk mengingatkan jamaah agar selalu mengikuti ketentuan jaga jarak minimal 1 meter, menjaga kebersihan tangan dan kedisiplinan penggunaan masker termasuk berpartisipasi aktif untuk saling mengingatkan.
k. Larangan masuk ke rumah ibadah bagi jamaah yang memiliki gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak nafas.
l. Melakukan pemeriksaan suhu di pintu masuk. Apabila ditemukan suhu > 37,3 o C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), maka tidak diperkenankan masuk ke rumah ibadah.
m. Mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan beribadah.

2. Bagi Jamaah
a. Pastikan dalam kondisi sehat saat akan melaksanakan ibadah. Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak napas, tetap di rumah dan lakukan ibadah di rumah.
b. Membawa semua peralatan ibadah sendiri termasuk sajadah, kitab suci dan lain sebagainya.
c. Selalu menggunakan masker saat perjalanan dan selama berada di tempat ibadah.
d. Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.
e. Hindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan.
f. Hindari menyentuh area wajah seperti mata, hidung, dan mulut.
g. Tetap memperhatikan jaga jarak minimal 1 meter.
h. Bagi jemaah anak-anak, usia lanjut, dan jamaah dengan memiliki penyakit komorbid dianjurkan untuk beribadah di rumah.
i. Saling mengingatkan jemaah lain terhadap penerapan kedisiplinan penggunaan masker dan menjaga jarak minimal 1 meter antarjemaah

 
 

Komentar atas KOORDINASI PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI TEMPAT IBADAH MENJELANG HARI RAYA IDUL FITRI 1442 H

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar