Biji kelumpang mengandung minyak sebesar 40% minyak kuning muda yang tak mengering. Lalu, disangrai untuk dikonsumsi atau dibuat sambal. Selain itu, dapat sebagai minyak lampu, minyak goreng hingga obat-obatan tradisional (jamu). Bahkan di Kangean digunakan sebagai malam untuk membatik.
